ANALISAPOS.COM,PESISIR BARAT- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Pelatihan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Provinsi Lampung 2026 di Hotel Family Losmen, Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (6/8/2026).
Pelatihan dibuka oleh Anggota DPR RI, Mukhlis Basri, dan dihadiri Wakil Bupati Pesisir Barat Irawan Topani, Sekretaris Kabupaten Tedi Zadmiko, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II Tangerang Selatan Ana Octavian Setiawati, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Aggota DPR-RI Mukhlis Basri, mengapresiasi penyelenggaraan sekolah lapang tersebut. Menurutnya, pelatihan sangat relevan mengingat kondisi geografis Kabupaten Pesisir Barat yang memiliki karakteristik gelombang laut cukup tinggi sehingga menuntut nelayan memahami informasi cuaca sebelum melaut.
"Dengan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini diharapkan para nelayan dalam melakukan aktivitas bisa memanfaatkan alat yang dimiliki BMKG terkait perkiraan cuaca," kata Mukhlis.
Ia berharap informasi prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG semakin akurat sehingga dapat menjadi pedoman bagi nelayan dalam menentukan waktu dan lokasi melaut.
"Mudah-mudahan perkiraan cuaca BMKG hasilnya tidak terlalu jauh dengan kejadiannya. Dengan begitu nelayan bisa terbantu dalam mencari nafkah sekaligus meminimalisasi risiko kecelakaan di laut,"ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Ana Octavian Setiawati, menjelaskan bahwa di Kabupaten Pesisir Barat BMKG menyelenggarakan dua kegiatan sekaligus, yakni Sekolah Lapang Cuaca Nelayan dan Sekolah Lapang Gempa.
Menurut Ana, pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan literasi masyarakat pesisir dalam memanfaatkan berbagai layanan informasi yang telah disediakan BMKG.
"Melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini BMKG memberikan tambahan pengetahuan kepada para nelayan agar mampu memanfaatkan informasi dari BMKG secara optimal," ujarnya.
Dalam pelatihan itu, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi Indonesian Weather Information for Shipping (INAWIS) yang menyediakan beragam informasi penting bagi aktivitas pelayaran dan perikanan.
Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, BMKG berharap nelayan dapat memperoleh informasi yang akurat sebelum melaut sehingga dapat menentukan waktu dan lokasi penangkapan ikan secara lebih tepat.
Selain meningkatkan keselamatan pelayaran, informasi tersebut juga diharapkan mampu mendukung produktivitas nelayan dengan hasil tangkapan yang lebih optimal.
"Di dalam aplikasi tersebut tersedia informasi mengenai prakiraan cuaca, tinggi gelombang, arus laut hingga daerah potensi penangkapan ikan,"pungkasnya.






