ANALISAPOS.COM,PESISIR BARAT- Di tengah keterbatasan sarana dan sulitnya akses transportasi, UPTD Puskesmas Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat, terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan yang melayani enam pekon (desa), puskesmas ini menjadi tumpuan utama warga untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar hingga penanganan kegawatdaruratan.
Kepala UPTD Puskesmas Pulau Pisang, Mulyadi, mengatakan letak geografis Pulau Pisang menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Untuk mencapai Krui, ibu kota Kabupaten Pesisir Barat, petugas maupun pasien harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam menggunakan perahu kecil dengan kondisi cuaca yang tidak selalu bersahabat.
"Kami melayani rawat jalan dan pelayanan gawat darurat. Sebagai satu-satunya akses layanan kesehatan di Pulau Pisang, kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Mulyadi.
Ia menjelaskan, layanan kesehatan di puskesmas mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari pemeriksaan ibu hamil, pelayanan bayi dan balita, kesehatan usia produktif, hingga pelayanan bagi lanjut usia (lansia). Saat ini, sekitar 30 tenaga kesehatan bertugas di puskesmas tersebut, terdiri atas dokter, apoteker, tenaga kefarmasian, sanitarian, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya.
Tidak hanya menunggu pasien datang ke puskesmas, tenaga kesehatan juga aktif mendatangi pekon-pekon melalui pelayanan luar gedung. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, terutama para lansia yang mendominasi penduduk Pulau Pisang.
"Mayoritas penduduk di kepulauan ini adalah lansia. Karena keterbatasan akses, kami membuka pos-pos pelayanan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan," ujarnya.
Di balik komitmen tersebut, masih terdapat persoalan mendasar yang belum teratasi, yakni ketiadaan ambulans laut. Kondisi ini menjadi kendala serius ketika terdapat pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan di Krui.
"Ambulans kami ada di Krui. Sementara untuk membawa pasien dari Pulau Pisang ke Krui, kami masih mengandalkan jukung nelayan. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama jika kondisi pasien darurat atau cuaca sedang buruk,"ungkapnya.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, semangat tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan tidak surut. Kehadiran dokter di Puskesmas Pulau Pisang juga disambut positif oleh masyarakat dan meningkatkan antusiasme warga untuk memeriksakan kesehatannya.
"Kami bersyukur sekarang sudah ada dokter yang bertugas. Antusias masyarakat untuk memeriksakan kesehatan cukup tinggi. Ke depan kami berharap fasilitas penunjang, terutama ambulans laut, dapat tersedia sehingga pelayanan rujukan menjadi lebih cepat, aman, dan optimal," tandasnya.






