-->
Analisapos

AnalisaPos.com media terpercaya menyajikan berita terkini dan membangun kesadaran publik. Memberikan analisis kritis, independen, dan berimbang

Iklan paling atas manual

 


OJK Lampung Perkuat Literasi Keuangan Perempuan di Pesisir Barat, Dorong Keluarga Sejahtera dan Waspada Investasi Ilegal

REDAKSI
Friday, 17 July 2026, July 17, 2026 WIB Last Updated 2026-07-17T13:02:25Z
Dok. Analisapos.com


ANALISAPOS.COM,PESISIR BARAT-Guna meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengelolaan keuangan yang bijak, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menggelar kegiatan literasi keuangan bagi kaum perempuan di Lobby Teluk Stabas, Komplek Pemkab Pesisir Barat, Jumat (17/7/2026).

‎Mengusung tema "Mewujudkan Perempuan Cerdas Finansial dan Keluarga Sejahtera", kegiatan tersebut bertujuan membekali perempuan dengan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan di sektor jasa keuangan.

‎Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitrian, mengatakan perempuan memiliki peran sentral dalam mengatur keuangan keluarga. Karena itu, peningkatan literasi keuangan diyakini akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan rumah tangga.

‎"Mayoritas perempuan mengelola keuangan keluarga, sementara laki-laki fokus mencari penghasilan. Dengan manajemen keuangan yang baik, pendapatan keluarga dapat dikelola secara efektif sehingga mampu mencukupi kebutuhan hidup," ujar Otto.

‎Menurutnya, selain mengajarkan pengelolaan keuangan yang sehat, literasi tersebut juga menjadi langkah preventif agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam praktik keuangan ilegal, seperti pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, maupun layanan jasa keuangan yang tidak memiliki izin resmi.

‎"Kami berharap masyarakat memiliki pemahaman yang baik sehingga tidak menjadi korban kejahatan di industri jasa keuangan. Masyarakat harus memiliki kewaspadaan tinggi terhadap investasi ilegal dan tidak mengakses layanan keuangan yang tidak berizin,"ucapnya.

‎Tak hanya menyoroti aspek perlindungan konsumen, Otto juga melihat besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Pesisir Barat. Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan lembaga pembiayaan, seperti Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Bank Lampung, guna mendukung pengembangan usaha masyarakat.

‎Dari hasil diskusinya dengan berbagai pihak, Otto menilai sebagian besar masyarakat Pesisir Barat menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan pertanian. Potensi tersebut dinilai perlu diperkuat melalui pengembangan industri hilirisasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi hasil produksi.

‎"Mayoritas masyarakat di sini adalah nelayan dan petani. Nelayan perlu didorong agar hasil tangkapannya bisa diolah melalui industri hilirisasi. Begitu juga komoditas pertanian seperti damar, kopi, dan hasil lainnya memiliki peluang besar untuk dikembangkan,"ujarnya.

‎Ia menjelaskan, ketika produk-produk lokal telah memiliki pasar yang lebih luas, kebutuhan permodalan pelaku usaha juga akan meningkat. Di sinilah peran lembaga pembiayaan menjadi penting untuk mempercepat pertumbuhan usaha masyarakat.

‎"Jika pemasarannya sudah berkembang, tentu membutuhkan modal yang lebih besar. PNM maupun Bank Lampung dapat menjadi mitra strategis dalam membantu masyarakat mengembangkan usahanya," tandasnya. 

Komentar

Tampilkan

Terkini

Hukum & Kriminal

+