ANALISAPOS.COM, PESISIR BARAT- Setelah bertahun-tahun berpindah tempat karena belum memiliki gedung sendiri, Sekolah TK/PAUD Harapan Bunda di Pekon Penengahan, Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat, akhirnya memiliki bangunan sendiri.
Sekolah tersebut resmi berdiri setelah Pemerintahan Pekon Penengahan menyerahkan bangunan sekolah kepada pengurus TK/PAUD Harapan Bunda, Rabu (12/8/2026).
Penyerahan bangunan menjadi penanda dimulainya babak baru bagi sekolah yang selama ini menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di sejumlah tempat.
Peratin (Kepala desa) Pekon Penengahan Aprizal mengatakan, pembangunan gedung TK/PAUD Harapan Bunda merupakan hasil swadaya masyarakat yang didukung tokoh adat, tokoh masyarakat, aparat pekon, serta para donatur.
"Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung berdirinya TK/PAUD ini, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat dan lainnya," kata Peratin Aprizal.
Ia menjelaskan, pembangunan gedung tersebut berawal dari keprihatinan Pemerintahan Pekon Penengahan melihat kondisi sekolah yang harus berpindah-pindah karena belum memiliki tempat belajar permanen.
Kondisi itu kemudian mendorong pemerintah pekon menginisiasi pembangunan gedung sekolah, meski baru berupa bangunan semi permanen.
Gagasan tersebut mendapat dukungan masyarakat dan sejumlah donatur. Proses pembangunan pun dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan aparat pekon dan masyarakat setempat.
Menurut Aprizal, keterbatasan bangunan tidak boleh menjadi penghalang bagi para guru untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak.
Ia berharap keberadaan gedung baru tersebut dapat membuat kegiatan belajar mengajar lebih nyaman sekaligus menjadi awal bagi lahirnya generasi Pekon Penengahan yang cerdas dan berkualitas.
"Walaupun baru bangunan semi permanen, kami berharap para pengelola dan guru dapat mengajar dengan baik sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas," ujarnya.
Kepala TK/PAUD Harapan Bunda, Kumala Diana, mengaku terharu setelah sekolah yang selama ini diimpikan akhirnya memiliki gedung sendiri.
"Alhamdulillah, kami sangat bangga. Akhirnya sekolah yang kami impikan sejak tahun 2013 telah berdiri berkat inisiatif Bapak Peratin dan Pemerintahan Pekon," kata Kumala.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong membantu pembangunan sekolah tersebut.
Bagi pengelola sekolah, berdirinya gedung tersebut bukan sekadar hadirnya sebuah bangunan. Lebih dari itu, gedung tersebut menjadi simbol gotong royong masyarakat dalam menyediakan ruang pendidikan bagi anak-anak sejak usia dini.
"Tak banyak yang bisa kami sampaikan, hanya bersyukur dan terima kasih, khususnya kepada Peratin dan aparat pekon. Semoga sekolah TK/PAUD Harapan Bunda semakin maju ke depannya," tandasnya.






