-->
Analisapos

AnalisaPos.com media terpercaya menyajikan berita terkini dan membangun kesadaran publik. Memberikan analisis kritis, independen, dan berimbang

Iklan paling atas manual

 


Fenomena El Nino Tekan Petani Pesisir Barat, Ratusan Hektare Sawah Gagal Tanam

REDAKSI
Friday, 14 August 2026, August 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T16:11:24Z



ANALISA‎POS.COM,PESISIR BARAT- Kekeringan yang melanda Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, mulai menekan sektor pertanian. Fenomena El Nino menyebabkan 609 hektare sawah gagal tanam dan 272 hektare lainnya mengalami gagal panen.


‎Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pesisir Barat Irvan Leonardo Abdullah mengatakan, kondisi tersebut terjadi akibat keterbatasan air untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian. Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

‎"Gagal panen seluas 272 hektare, sedangkan gagal tanam 609 hektare," jelas Irvan.

‎Untuk mengurangi dampak kekeringan, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan irigasi pompa di 14 titik yang tersebar di seluruh kecamatan. Di setiap titik, dibangun tujuh sumur bor untuk memasok air ke lahan persawahan.

‎Menurut Irvan, distribusi pompa diantaranya telah dilakukan di Kecamatan Lemong, Way Krui, dan Pesisir Selatan dan lainya.

‎Namun, irigasi pompa tersebut terutama ditujukan untuk mempertahankan tanaman padi yang sudah ditanam. Penggunaannya untuk pengolahan tanah dinilai tidak memungkinkan karena keterbatasan sumber air.

‎"Pompa ini untuk mendukung padi yang sudah ditanam. Kalau digunakan untuk pengolahan tanah tidak memungkinkan," ujarnya.

‎Sementara petani yang mengalami gagal tanam harus menunggu hingga musim hujan kembali tiba. Kondisi itu membuat pemerintah daerah juga mulai mendata jaringan irigasi yang mengalami kerusakan.

‎Data tersebut nantinya akan diajukan kepada Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendapatkan dukungan rehabilitasi. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama ketika memasuki musim kemarau.

‎Meski ratusan hektare sawah terdampak, Irvan memastikan kondisi tersebut belum terlalu signifikan memengaruhi harga beras di pasar. Dampak yang lebih terasa, kata dia, adalah terhadap jumlah produksi.

‎Kemdati demikian, Pemerintah daerah tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila penurunan produksi mulai mendorong kenaikan harga beras. Salah satunya melalui gerakan pangan murah yang akan dilaksanakan bersama Perum Bulog.

‎Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga pasokan sekaligus menahan tekanan harga pangan di tengah ancaman kekeringan yang masih berlangsung.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Hukum & Kriminal

+