-->
Analisapos

AnalisaPos.com media terpercaya menyajikan berita terkini dan membangun kesadaran publik. Memberikan analisis kritis, independen, dan berimbang

Iklan paling atas manual

 




Hari Pers Nasional: Momentum Menegakkan Kode Etik dan Memahami Karya Jurnalistik

REDAKSI
Monday, 9 February 2026, February 09, 2026 WIB Last Updated 2026-02-09T10:46:09Z

 


ANALISAPOS.COM, OPINI- ‎Peringatan Hari Pers Nasional tidak seharusnya berhenti pada seremoni dan nostalgia sejarah pers. Ia mestinya menjadi ruang refleksi yang jujur, apakah kebebasan pers hari ini benar-benar dijalankan dengan tanggung jawab, dan apakah kode etik jurnalistik masih menjadi pijakan utama dalam setiap produk pemberitaan.


‎Di era digital, batas antara karya jurnalistik dan konten non-jurnalistik kian kabur.


‎Banyak informasi diproduksi cepat, disebarkan luas, tetapi kehilangan proses dasar jurnalistik, verifikasi, keberimbangan, dan konfirmasi. Padahal, karya jurnalistik bukan sekadar tulisan yang tayang di media, melainkan hasil kerja profesional yang melalui kaidah etis dan metodologis.


‎Karya jurnalistik lahir dari proses yang jelas, pengumpulan fakta, uji kebenaran, konfirmasi kepada pihak terkait, serta penyajian yang adil dan proporsional. Ia tunduk pada kode etik dan dapat dipertanggungjawabkan, baik secara hukum maupun moral.


‎Sebaliknya, opini personal, siaran pers mentah, propaganda politik, atau unggahan media sosial meski dikemas menyerupai berita bukanlah karya jurnalistik jika tidak melalui proses tersebut.


‎Persoalan muncul ketika batas ini sengaja dihapus. Opini disamarkan sebagai fakta, kepentingan dibungkus sebagai berita, dan emosi personal didorong menjadi kebenaran publik.


‎Praktik semacam ini bukan hanya melanggar etika, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap pers itu sendiri.


‎Hari Pers Nasional harus menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran kode etik jurnalistik sebagai kompas profesi. Kode etik bukan beban, melainkan pelindung bagi jurnalis agar tidak terseret kepentingan, dan bagi publik agar memperoleh informasi yang benar.


‎Tanpa kepatuhan pada etika, kebebasan pers kehilangan makna dan berubah menjadi kebebasan yang liar.


‎Di tengah banjir informasi, tugas pers justru semakin berat, menjaga nalar publik tetap waras. Dan itu hanya mungkin jika insan pers mampu membedakan dengan jujur mana karya jurnalistik, dan mana yang bukan.


‎Hari Pers Nasional adalah pengingat bahwa martabat pers tidak diukur dari kecepatan atau keberanian semata, tetapi dari integritas dalam mematuhi kode etik.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Hukum & Kriminal

+